Dan peraga langgar itu memuja jiwa jiwanya
Meraup wajah rupawan dengan kapur dan bedak berwarna
Lekas tawanya menyeruak pada indra Pemuja, mereka yang jatuh cinta
Kepada peraga elok berjiwa keindahan, cintanya mengagungkan, mengagumkan.
Pemuja yang dipuja, Peraga pun jatuh cinta
Kepada mereka yang memahami hati dan dirinya sendiri
Puji jiwanya pun tak ada hebatnya karena mereka peraga, lupa akan jati dirinya.
Dan mereka bertanya, mungkinkah lupa ataukah tertukar pada jiwa yang sendirian.

Komentar
Posting Komentar