Langsung ke konten utama

Aku, Kita Lupa


Kemarin aku melirik temu ujung mata itu

Sekarang aku menoleh lupa akan kehadiran mu

Waktu kini selalu merangsang rasa ku untuk mengukur derajat 

Aku lupa, ternyata aku lupa, kita tak ada yang setara

Sudah semu pula memory kala kita tertangkap saling meratap

Selesainya kita hanya orang asing yang dejavu dimana kita pernah meratap sedalam itu

Kita lupa,

Haruskah kita mengulang kenal, tuan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemuja, Peraga Rupawan

Dan peraga langgar itu memuja jiwa jiwanya  Meraup wajah rupawan dengan kapur dan bedak berwarna Lekas tawanya menyeruak pada indra Pemuja, mereka yang jatuh cinta Kepada peraga elok berjiwa keindahan, cintanya mengagungkan, mengagumkan. Pemuja yang dipuja, Peraga pun jatuh cinta Kepada mereka yang memahami hati dan dirinya sendiri  Puji jiwanya pun tak ada hebatnya karena mereka peraga, lupa akan jati dirinya. Dan mereka bertanya, mungkinkah lupa ataukah tertukar pada jiwa yang sendirian.